9/09/2015

Penyebab Bayi Muntah dan 10 Cara Mengatasinya

Pada umumnya setiap bayi dan anak-anak pernah mengalami muntah. Muntah adalah isi perut pengeluaran secara paksa melalui mulut kontraksi otot perut.

Tapi sebenarnya muntah cukup normal dan tidak perlu khawatir tentang ketika akan untuk satu hari. Muntah menjadi mengkhawatirkan dan perlu di waspada ketika bayi anak sering muntah (frekuensi muntah sering).

Apabila muntah yang terjadi berulang kali dalam jangka waktu lebih dari dua hari bisa menimbulkan muntah darah. Hal ini disebabkan oleh adanya bahaya dehidrasi yang dapat ditimbulkan pada bayi dan anak-anak ketika dia kekurangan terus cairan tubuh. Selain itu, muntah yang berlangsung lebih dari dua hari, itu bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius.

Penyebab bayi muntah :
  • Virus (biasanya terjadi dalam kasus bayi atau anak-anak yang muntah tiba-tiba)
  • Adanya gangguan pencernaan
  • Alergi terhadap jenis makanan tertentu
  • Terlalu banyak udara di perut
  • Mengenal jenis tekstur dan rasa makanan baru yang diketahui
  • Keracunan makanan
  • Ada luka di bagian kepala
  • Mabuk kendaraan (misalnya ketika melakukan perjalanan jarak jauh dengan kendaraan)
  • Pilek dan batuk

Cara mengatasi bayi yang muntah :

Cara Mengatasi Bayi Muntah
Penyebab Bayi Muntah dan 10 Cara Mengatasinya

1. Cobalah untuk tetap tenang dan jangan panik. Ketika bayi muntah saat di tempat tidur, segeralah menggendong nya dengan posisi tegak berdiri. Hal ini untuk mencegah bayi dan anak tersedak muntahan atau isi perut yang dikeluarkan oleh mulut yang masuk ke saluran pernapasan nya, terutama paru-paru.

2. Ketika bayi dan anak muntah dalam kondisi duduk atau berdiri segera ubah posisi kepala dan biarkan dia menyelesaikan muntahnya. Jangan lupa untuk membersihkan mulut dan bagian tubuh lainnya dipengaruhi oleh muntah dengan handuk lembab.

3. Setiap kali anak dan bayi selesai muntah, membantu dia berkumur dengan air biasa untuk membersihkan mulut dan menghapus rasa asam di mulut nya. Sementara anak/bayi selagi berkumur, orang tua dapat menyediakan beberapa sendok bayi untuk minum air putih.

4. Umumnya muntah tidak menular, kecuali muntah disebabkan oleh virus. Muntah disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui kontak tangan atau menyentuh benda dari penderita. Sebagai contoh, bayi atau anak-anak lain menggunakan benda yang sama yang digunakan oleh penderita. Terutama mereka yang di bawah usia 2 tahun karena masih sangat rentan dan mudah terinfeksi. Jangan lupa juga untuk tidak berbagi mainan mereka dengan anak-anak lain ketika si kecil masih sakit dan tidak boleh lupa untuk selalu mencuci mainan anak-anak terutama mainan biasa digigit atau meletakkannya di dalam mulut.

5. Bayi dan anak-anak yang mengalami muntah harus mendapatkan banyak istirahat untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah bayi dan anak-anak mengalami kekurangan cairan (dehidrasi), memastikan bahwa mereka mendapatkan cukup jumlah cairan. Pemberian cairan seperti air dan kaldu atau sup bening harus dilakukan sedikit demi sedikit tetapi sering sehingga perut bayi dan anak-anak dapat mengontrol jumlah cairan yang masuk. Meningkatkan jumlah cairan untuk bayi dan anak-anak ketika kondisinya mulai membaik dan frekuensi muntah semakin berkurang.

6. Makanan bersantan, minuman yang mengandung jus buah dan soda, yang memiliki rasa asam tidak dianjurkan untuk diberikan karena itu dapat memicu mual dan muntah bayi dan anak.

7. Ketika bayi masih menyusui, memberikan air susu ibu (ASI). Ada baiknya setiap makanan bayi yang akan dikonsumsi nya haruslah encer misalnya seperti pisang, bubur dan roti. Pastikan setiap makanannya encer yaitu dengan menambahkan air pada setiap makanannya.

8. Sementara itu hindari memberikan bayi dan anak dengan makanan yang memiliki tekstur keras sulit untuk mencerna seperti beras. Kami menyarankan bahwa Anda memberikan makanan yang tidak perlu dikunyah dan memiliki tekstur lembut seperti bubur dan gelatin.

9. Ketika bayi Anda muntah setelah memakan jenis makanan tertentu, kami sarankan bahwa agar bayi Anda untuk dapat berhenti makan sementara. Periksa anak Anda ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemungkinan pasti bayi menderita alergi makanan atau tidak.

10. Muntah bisa saja terjadi karena keracunan makanan saat yang di makan nya. Selain itu, kadang-kadang penderita juga mengalami diare dan bercak/merah bengkak benjolan yang gatal seluruh tubuh akibat keracunan makanan ini. Hal ini juga perlu penanganan secepatnya dari dokter.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi muntah pada bayi, setiap ibu haruslah cerdik dan bertindak dengan cepat jika masalah seperti ini terjadi. Namun yang terpenting adalah Anda harus benar-benar tetap tenang, karena suasana yang panik hanya akan menambah buruk keadaan dan bisa mengakibatkan kecerobohan yang tanpa di sengaja.

Semoga bermanfaat ...

Artikel Terkait

Penyebab Bayi Muntah dan 10 Cara Mengatasinya
4/ 5
Oleh