Wednesday, May 2, 2018

8 Cara Merawat Tali Pusar Bayi Dengan Baik dan Benar

Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara merawat tali pusar pada bayi dengan benar silahkan simak petunjuk berikut ini.

Tali pusar bayi merupakan penghubung antara bayi dan ibu semua asupan makanan, nutrisi termasuk oksigen di alirkan melalui tali pusar. Biasanya setelah pasca melahirkan atau sekitar 1-3 minggu tali pusar ini akan di potong lalu setelah itu di balut menggunakan kain kasa.

Panjang tali pusar yang tersisa pada bayi pada umumnya sekitar 2 cm - 3 cm. Warna tali pusar pada bayi awalnya putih kebiru-biruan dan lama kelamaan akan berubah menjadi hitam setelah itu tali pusar ini baru akan lepas dengan sendirinya.

Masalahnya adalah tali pusar yang tersisa pada bayi ini sangatlah sensitif terinfeksi bakteri, sehingga apabila orang tua tidak hati-hati dalam merawat tali pusar ini maka akan berdampak buruk bagi kesehatan si bayi. Oleh sebab itu tali pusar harus mendapatkan perawatan khusus, peran orang tua akan sangat di butuhkan disini agar hal-hal yang tidak di inginkan bisa di hindari. Bagi ibu yang belum berpengalaman merawat tali pusar ini silahkan simak cara-caranya dibawah ini.

8 Cara Merawat Tali Pusar Bayi Dengan Baik dan Benar
8 Cara Merawat Tali Pusar Bayi Dengan Baik dan Benar

8 Cara Merawat Tali Pusar Bayi Dengan Baik dan Benar :



1. Pastikan Menggunakan Kain Kasa

Kain kasa adalah kain berbahan kapas yang cukup erat serta serba guna salah satunya berfungsi sebagai pembalut tali pusar pada bayi. Untuk perawatan tali pusar, pastikan anda selalu menggunakan kain kasa, jangan kain yang lain. Kain ini dapat anda temukan di rumah sakit atau apotek setempat.

2. Selalu Mengganti Kain Kasa Baru Setelah Mandi

Saat bayi habis mandi pastikan orang tua selalu menggantikan pembalut kain kasa yang lama dengan yang baru. Jangan lupa tambahkan alkohol 70% pada kain kasa sebelum di gunakan pada pusar bayi.

3. Jaga Tali Pusar Agar Selalu Kering

Pastikan tali pusar bayi selalu dalam keadaan kering, jangan sampai terkena air terutama saat ia sedang di mandikan. Hal ini bertujuan agar tali pusar bisa cepat kering.

4. Jangan Merendam Bayi Dalam Air

Saat ia sedang di mandikan pastikan tali pusar tidak boleh terendam, jaga selalu tali pusar agar selalu kering.

5. Bersihkan Tali Pusar Menggunakan Kapas

Caranya tambahkan campuran air dengan alkohol 70% pada kapas yang kering lalu bersihkan tali pusar bayi secara lembut dan perlahan.

6. Hindari Menggunakan Salep

Jangan pernah sesekali menggunakan salep untuk membersihkan tali pusar ini apalagi tanpa izin dokter.

7. Jangan Menarik Atau Memegang Tali Pusar Bayi


Jangan pernah anda menarik tali pusar bayi supaya terlepas, hal ini sangat berbahaya. Biarkan saja tali pusar terlepas dengan sendirinya dalam beberapa hari kedepan.

8. Perhatikan Penggunaan Popok

Jangan sampai popok bayi yang digunakan menutup tali pusar, hal ini dapat membuat tali pusar terinfeksi terutama saat bayi bergerak.


Tips tambahan :
Mungkin ada beberapa orang tua yang tidak sengaja atau tidak menyadari bahwa tali pusar bayi sudah terlanjur terinfeksi. Untuk cara mengatasinya silahkan bawa bayi kerumah sakit untuk di tangani oleh dokter spesialis bayi anda. Lantas bagaimana cara agar kita mengetahuinya kalau tali pusar bayi sudah terinfeksi? Oke silahkan simak tanda-tandanya dibawah ini.

Ciri-Ciri Tali Pusar Sudah Terinfeksi :
- Terdapat darah pada tali pusar
- Pusar bayi mengeluarkan cairan
- Pusar bayi akan berbau
- Pusar bayi bernanah dan berwarna kemerah-merahan
- Pusar bayi membengkak
- Bayi tiba-tiba demam
- Bayi akan sering menangis dan rewel

Demikianlah cara merawat tali pusar bayi dengan benar, mudah dan aman. Semoga artikel ini bisa menjadi sebuah referensi terutama bagi orang tua yang belum berpengalaman merawat tali pusar bayi. Semoga bermanfaat!

Baca juga : Cara Alami Mengatasi Cacingan Pada Anak Dalam 1 Hari

Artikel Terkait

8 Cara Merawat Tali Pusar Bayi Dengan Baik dan Benar
4/ 5
Oleh